Begini Cara Mengurus Jenazah Muslim Pasien Virus Corona, Memandikan Hingga Menguburkan

Cara mengurus jenazah Muslim Pasien Virus Corona (Covid-19), mulai dari memandikan, mengkafani, menyalatkan, hingga menguburkan jenazah
Telah banyak pasien Virus Corona (COVID-19) seluruh dunia yang gugur dalam perjuangannya melawan virus ini. Di Indonesia, pada saat artikel ini ditulis terdapat 114 orang telah meninggal dunia akibat dari virus corona. Lantas bagaimana cara mengurus jenazah pasien yang telah terpapar virus corona ini?

Untuk jenazah Muslim yang telah terpapar virus corona, tedapat Fatwa MUI Nomor 18 Tahun 2020 yang ditandatangani pada Jumat (27/03/2020), dijelaskan bahwa memandikan jenazah Muslim yang terpapar virus corona harus mengikuti protokol medis.

Hal tersebut berguna untuk mencegah penyebaran virus corona, serta menjaga keselamatan bagi siapapun yang nantinya akan mengurus jenazah tersebut.

Tata cara mengurus jenazah pasien virus corona

Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia telah menerbitkan tata cara mengurus jenazah pasien virus corona, mulai dari cara memandikan hingga menguburkannya. Pengurusan jenazah pasien covid-19 dilakukan oleh petugas kesehatan pihak rumah sakit yang telah ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Jadi, tidak sembarang orang boleh mengurus proses pemakamannya.

1. Memandikan Jenazah

Dalam memandikan jenazah, terdapat protokol kesehatan yang dijalankan oleh petugas sebagai berikut:
  1. Menggunakan pakaian pelindung, sarung tangan, hingga masker
  2. Tidak makan, minum, merokok, ataupun menyentuh wajah selama berada di ruang penyimpanan jenazah, autopsi, dan area untuk melihat jenazah
  3. Selama memandikan jenazah, tidak berkontak langsung dengan darah atau cairan tubuh jenazah
  4. Selalu cuci tangan dengan sabun atau sanitizer berbahan alkohol. Jika ada luka di tubuh petugas, harus ditutup dengan plester atau perban tahan air
  5. Sebisa mungkin menghindari risiko terluka akibat benda tajam.
Selain itu, jika petugas terkena darah atau cairan tubuh jenazah, langkah-langkah yang harus dilakukan sebagai berikut:
  1. Membersihkan luka dengan segera menggunakan air mengalir
  2. Jika luka tusuk tergolong kecil, biarkanlah darah keluar dengan sendirinya
  3. Semua insiden yang terjadi saat proses memandikan jenazah harus dilaporkan pada pengawas.
Kemudian, perawatan jenazah biasanya melibatkan tindakan desinfeksi, dengan menyemprotkan cairan klorin pada jenazah dan juga petugas medis yang mengurus proses pemandian tersebut.

Namun, desinfeksi saja dianggap tidak cukup untuk mencegah penularan. Maka dari itu, petugas harus selalu menggunakan pakaian pelindung, sering cuci tangan, dan juga mandi dengan sabun khusus setelah memandikan jenazah.

2. Mengkafani Jenazah

Adapun cara mengafaninya, Fatwa MUI menjelaskan bahwa jenazah Muslim harus dikafani dengan menggunakan kain yang menutup seluruh tubuh dan dimasukkan ke dalam kantong jenazah yang aman dan tidak tembus air.

Hal tersebut sebagai antisipasi untuk mencegah penyebaran virus dan menjaga keselamatan petugas. Setelah setelah dikafani, jenazah dimasukkan ke dalam peti jenazah yang tidak tembus air dan udara dengan dimiringkan ke kanan.

Hal ini agar saat dikuburkan, jenazah menghadap ke arah kiblat. Jika setelah dikafani masih ditemukan najis pada jenazah, maka petugas dapat mengabaikan najis tersebut.

3. Menyalatkan Jenazah

Sementara itu, proses menyalatkan jenazah dapat segera dilakukan usai pengafanan selesai sebagai bentuk pelaksanaan sunnah. Prosesi shalat jenazah juga harus diilakukan di tempat yang aman dari penularan Covid-19.

Kegiatan tersebut juga harus dilakukan oleh umat Islam secara langsung, setidaknya satu orang. “Jika tidak memungkinkan, boleh dishalatkan di kuburan sebelum atau sesudah dimakamkan. Jika tidak dimungkinkan, maka boleh dishalatkan dari jauh (shalat ghaib),”

MUI juga mengingatkan kepada segenap Muslim yang turut menyalatkan jenazah tersebut wajib menjaga diri dari penularan Covid-19.

4. Menguburkan Jenazah

Adapun penguburan jenazah yang terpapar Covid-19 dilakukan sesuai dengan ketentuan syariah dan protokol medis, yakni dengan cara memasukkan jenazah bersama petinya ke dalam liang kubur tanpa harus membuka peti, plastik, dan kafan.

Fatwa tersebut juga mencatat bahwa penguburan beberapa jenazah dalam satu liang kubur dibolehkan karena darurat (al-dlarurah al-syar’iyyah) sebagaimana diatur dalam ketentuan Fatwa MUI nomor 34 tahun 2004 tentang Pengurusan Jenazah (Tajhiz al-Jana’iz) dalam Keadaan Darurat.

Berikut ini adalah tata cara menguburkan jenazah pasien virus corona, menurut Kemenag:
  1. Lokasi pemakaman harus berjarak setidaknya 50 meter dari sumber air tanah yang yang digunakan sebagai sumber air minum penduduk
  2. Lokasi penguburan jenazah pasien virus corona harus terletak setidaknya 500 meter dari permukiman
  3. Setelah lokasi penguburan ditentukan, jenazah harus dikubur setidaknya sedalam 1,5 meter
    Liang kubur ditutup setidaknya dengan tanah setinggi 1 meter
    Tanah kuburan dari jenazah pasien virus corona harus diurus dengan hati-hati. Jika ada jenazah lain yang ingin dikuburkan, sebaiknya dimakamkan di area terpisah.
Setelah segala prosedur perawatan jenazah dilakukan, semua bahan kimia atau benda lainnya yang digunakan dalam proses pengurusan jenazah, harus dibuang di tempat yang aman. Selain itu, desinfeksi kembali dilakukan pada petugas yang ditunjuk untuk mengurus jenazah, begitu pula pakaian yang dipakai selama proses berlangsung.

Kemenag juga menyatakan, jika semua prosedur pengurusan jenazah telah dilakukan dengan baik dan semestinya, maka pihak keluarga dapat ikut melihat proses penguburan jenazah.

Referensi: nu.or.id, sehatq.com
Fatwa MUI Nomor 18 Tahun 2020 yang ditandatangani pada Jumat (27/3) menegaskan bahwa memandikan jenazah Muslim yang terpapar virus tersebut harus mengikuti protokol medis.

Sumber: https://www.nu.or.id/post/read/118370/cara-mengafani--menyalatkan--dan-menguburkan-jenazah-terpapar-covid-19
Fatwa MUI Nomor 18 Tahun 2020 yang ditandatangani pada Jumat (27/3) menegaskan bahwa memandikan jenazah Muslim yang terpapar virus tersebut harus mengikuti protokol medis.

Sumber: https://www.nu.or.id/post/read/118370/cara-mengafani--menyalatkan--dan-menguburkan-jenazah-terpapar-covid-19

Belum ada Komentar untuk "Begini Cara Mengurus Jenazah Muslim Pasien Virus Corona, Memandikan Hingga Menguburkan"

Posting Komentar

Beri komentar terbaik Anda . . .

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel